monotone, sephia, duotone, black and white

    Saya sendiri adalah penikmat gambar-gambar monotone, let's say that iam monotone addict, entah kenapa saya sangat suka dan menikmatinya, sebenarnya ada alasan lain selain keindahan yaitu perbedaan dari layar kamera -  layar monitor komputer dan hasil cetak, mungkin karena gear saya belum dikalibrasi ya jadi tiap cetak warna hasilnya selalu di luar keinginan saya.LOL

    Foto monotone sendiri bisa diaplikasikan ke genre foto apapun, ingat, fotografi = bebas selama untuk kepentingan diri sendiri. Namun umumnya monotone diaplikasikan pada foto-foto human interest/street untuk memberikan kesan lebih "dalam", apakah semua foto street/HI itu harus monotone? tentu tidak. menurut apa yang saya yakini masalah editing/penyajian foto ke publik itu adalah hak dari masing-masing fotografer ya, jadi sesuai selera fotografernya.

   Kalau ada yang bilang buat foto motonotone itu gampang ya orang itu salah besar, tidak cuma harus tepat dalam metering, namun foto-foto monotone itu lebih "bewarna" dari foto berwarna, maksudnya foto monotone harus dapat "berbicara" (well semua foto harus bisa "berbicara") karena fotografi adalah bahasa visual, harusnya memang foto itu dapat bercerita tanpa harus diberi penjelasan lagi.

   Saya juga seorang penikmat foto HI/street, saya sangat menikmati apa yang terjadi disekitar saya,  momen dan ekspresi yang tertangkap pada imaji tanpa rekayasa adalah hal terindah (menurut saya). entah kenapa saya kurang tertarik dengan foto-foto modeling, entah karena sekarang  foto-foto tersebut lebih ke menunjukkan lekuk tubuh daripada keindahan, entahlah. tapi itulah  saya, nah lho malah OOT,hahaha

Tulisan diatas adalah apa yang saya pahami dan rasakan, mohon koreksinya jika ada kesalahan.

Share this post:

Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

0 comments:

Posting Komentar