Ini merupakan hal terpenting ketika mempelajari fotografi, Segitiga eksposure! teori yang sangat penting, isinya adalah Diarfragma, Shutterspeed dan ISO, ketiga hal ini saling berkaitan, kita bahas secara ringan saja, kalo bicara tentang belajar fotografi tentu lebih mudah dengan melakukan praktek, tapi harus tau teorinya donk, kalo nggak tau gimana mau praktek? pake trial and error? buang-buang waktu!,hahahaha. yok mari lanjut.



Segitiga eksposur

Ada 3 komponen penting dalam segitiga eksposur, yaitu diaframa, shutter speed dan ISO, mari kita bahas satu persatu, singkat-singkat aja yang penting jelas:

Diafragma :

kalo bicara diafragma tentu kita bicara tentang lensa, tiap lensa memiliki bukaan maksimal dan minimal. bukaan diafragma atau aperture ditandai dengan f/ atau 1:, contoh 50mm f/1.2 artinya lensa tersebut memiliki bukaan maksimal f/1.2, untuk memahami diaframa gampangnya  begini:
"Semakin besar bukaan diafragma (angka kecil, contoh f/1.2) semakin banyak cahaya masuk dan semakin tipis DOF [Ruang tajam]"
"Semakin kecil bukaan diafragma [angka besar f/22] semakin sedikit cahaya yang masuk dan semakin Tebal DOF [Ruang tajam]"
mudah bukan? lanjut..


Shutter speed:

Shutter speed sendiri adalah kecepatan rana menutup dan membuka, dari Bulb sampai 1/4000 [tergantung kameranya ya, pro level bisa sampai 1/8000],  efeknya adalah: 

"Semakin lambat shutter speed maka rana akan terbuka lama maka semakin banyak cahaya yang masuk"
"Semakin cepat shutter speed maka rana akan terbuka singkat maka semakin sedikit cahaya yang masuk"
tentang shutterspeed dan shuttercount 

ISO/ASA

ISO/ASA adalah tingkat dari sensitifitas sensor terhadap cahaya, umumnya mulai dari ISO100-ISO 26500 (lagi-lagi tergantung kameranya ya), berikut cara gampangnya :


"Semakin rendah ISO, maka sensitifitas sensor terhadap cahaya semakin kurang"
"Semakin tinggi ISO, maka sensitifitas sensor terhadap cahaya semakin tinggi"

Fungsi dan hubungan

Setelah memahami ketiga komponen diatas maka kita akan membahas tentang fungsi dan hubungan ketiganya,kita dapat mengkombinasikan  ketiganya elemen tergantung hasil yang diinginkan karena fotografi itu BEBAS. 

contoh : 

mau bikin foto yang backgroundnya Bokeh ah,maka kita  butuh bukaan diafragma yang lebar, speed dan ISO menyesuaikan sampai dapat eksposur yang kita inginkan. 

Mau bikin foto levitasi ah, maka kita butuh shutterspeed [SS] yang cepat pula, maka ISO dan Diafragma menyesuaikan sampai kita mendapatkan eksposur yang tepat. 

Mau motret di tempat minim cahaya ah, tapi handheld tanpa tripod, maka kita harus menaikkan ISO sampai mendapat shutterspeed dan diafragma yang diinginkan. 

Mau bikin Foto bulb/startrails ah, maka kita butuh shutterspeed[SS] yang lambat [sangat lambat untuk startrails], maka ISO dan diafragma yang menyesuaikan

sekian dulu dari saya, ingat selalu bahwa :

"Fotografi itu bebas selama untuk kepentingan diri sendiri, jadi tuangkan  SEMUA imajinasimu dalam foto"


 kalo masih bingung silahkan bertanya ya via komentar









Share this post:

Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

3 comments:

helmi asyhari

Simple,..tapi sayang ga ada sample picture nya.

Unknown

Lebih mantab lagi kalo ada sample hasilnya gan ... :)
thanks buat artikelnya yah... bermanfaat salam rajalistrik.com

icuz

sangat bermanfaat,,, makasih bro atas penjelasannya...

Posting Komentar