JPEG vs RAW pilih yang mana? pertanyaan klasik, sebelum kita lebih jauh membahas pertarungan ini mari kita kenali dulu secara singkat saja, soalnya saya nggak terlalu pintar berbicara,hahaha




JPEG



JPEG/JPG adalah format yang dikembangkan oleh  Joint Photographic Experts Group pada 1980, muncul karena besarnya ukuran file gambar pada saat itu, JPEG merupakan format kompresi file foto yang popular di internet. JPEG mendukung 16juta warna, walau demikian format ini bersifat lossy,artinya beberapa data akan hilang ketika melakukan kompresi gambar dan akan terjadi penurunan kualitas gambar.dalam dunia fotografi sendiri JPEG adalah gambar yang sudah diolah lagi oleh kamera, atau kata lainnya JPEG adalah Gambar yang sudah dimasak oleh kamera.

RAW

RAW  kalau diartikan secara harfiah adalah "Mentah" ya sesuai dengan namanya, RAW adalah gambar "Mentah" dari kondisi real pada saat pemotretan, RAW menangkap semua detail dari gambar yang diambil, tanpa diolah terlebih dahulu.

Ekstesi dari RAW bermacam-macam tergantung dari produsen kamera itu sendiri, seperti Nikon misalnya menggunakan ekstensi NEF, Canon dengan ACR nya dan Sony Dengan ARW nya,namun intinya sama saja,file mentah yang belum diolah.



JPEG vs RAW

Setelah memahami apa itu JPEG dan RAW mari kita membahas keunggulan dan kelebihan kedua format ini:


JPEG

Yes:

  • Kualitas gambar cukup bagus
  • Hemat memori
  • Proses buffer gambar cepat : misal saya melakukan continous shoot 12 Fps,  maka gambar akan langsung terproses (well tergantung pada memory yang digunakan juga, tapi paling tidak lebih cepat dibanding RAW).

NO :

  • Walau dikatakan saya katakan gambarnya cukup bagus, namun detail yang dihasilkan akan menurun, terutama pada saat menggunakan ISO tinggi.


RAW

YES:

  • Menyimpan banyak Detail dari gambar
  • pada HI ISO kualitas gambar RAW lebih baik (JPEG vs RAW convert to JPEG)
  • Quick preview : ambil contoh saya yang suka memotret monotone, saya menggunakan format raw sebagai quick preview di kamera, jadi walau hasil di layar kamera berupa monotone,tapi sebenarnya itu adalah gambar berwarna. 
  • WB yang bisa diatur : pada saat shoot kita bisa menggunakan AWB(auto WB) dan mengaturnya setelah itu.

NO :

  • File besar, boros (sekitar 16MB per gambar)
  • Proses buffer lambat, kadang ada delay dalam pengambilan gambar (well lagi-lagi tergantung memory yang digunakan, yang jelas lebih lambat dari JPEG)
  • Sulit membuka gambar di komputer : biasanya harus diinstall semacam plugins (kalo diphotoshop namanya adobe camera raw)atau cara paling mudah adalah menggunakan picasa dari google.

Oke setelah pembahasan diatas, lalu format mana yang harus kita pilih? itu sesuai keinginan saja menurut saya, masing-masing format mempunya kekurangan dan kelebihan, untuk saya pribadi tetap memilih format RAW, karena salah satu yang saya paling sukai dari RAW adalah Quick Preview juga performa di ISO tingginya, karena kadang saya memotret diatas ISO800. saya pernah baca disalah satu tulisan (maaf saya agak lupa sumbernya) yang bilang (kira-kira begini) 

"RAW itu seperti negative film, kita bisa menggunakannya dan menyimpannya setelah itu" 

bisa dibilang semacam investasi masadepan mungkin,ahahhaa. kalau dikatakan boros memory ya iya betul RAW boros memory tapi saya percaya teman-teman saat ini sudah menggunakan memory dengan kapasitas diatas 2GB jadi hal tersebut bukan lagi menjadi alasan menggunakan format RAW.

sekian dulu dari saya, semoga dapat mengedukasi teman-teman, mohon maaf kalau ada kesalahan, saya baru belajar jadi kritik dan saran dipersilahkan.

Share this post:

Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

0 comments:

Posting Komentar